ReviewReviewReviewReviewReviewini jawabannya!!Sep 18, '07 5:58 PM
for everyone
Category:Other
*dari seorang teman... gw juga gatau
sumber nya*

Berikut ini tulisan mengenai
pengharaman darah
dan babi dalam Islam, diulas
dari sudut pandang logika dan ilmu
kesehatan.
Semoga bermanfaat.

Disadur ke Bahasa Indonesia dari
jurnalnya idan,
yang diambil dari mhaniff.


Bob: Tolong beritahu saya, mengapa
seorang
Muslim sangat mementingkan
mengenai kata-kata "Halal"
dan "Haram"; apa arti
dari kata-kata tersebut?

Yunus: Apa-apa yang diperbolehkan
diistilahkan
sebagai Halal, dan apa-apa
yang tak diperbolehkan diistilahkan
sebagai
Haram, dan Al-Qur'an lah yang
menggambarkan perbedaan antara
keduanya.

Bob: Dapatkah anda memberikan contoh?

Yunus: Ya, Islam telah melarang segala
macam
darah. Anda akan sependapat
bahwa analisis kimia dari darah
menunjukkan
adanya kandungan yang tinggi
dari uric acid (asam urat?), suatu
senyawa kimia
yang bisa berbahaya bagi
kesehatan manusia.

Bob: Anda benar mengenai sifat beracun
dari uric
acid, dalam tubuh manusia,
senyawa ini dikeluarkan sebagai
kotoran, dan
dalam kenyataannya kita
diberitahu bahwa 98% dari uric acid
dalam tubuh,
dikeluarkan dari dalam
darah oleh Ginjal, dan dibuang keluar
tubuh
melalui air seni.

Yunus: Sekarang saya rasa anda akan
menghargai metode prosedur khusus dalam
penyembelihan hewan dalam Islam.

Bob: Apa maksud anda?

Yunus: Begini... seorang penyembelih,
selagi
menyebut nama dari Yang Maha
Kuasa, membuat irisan memotong urat
nadi leher
hewan, sembari membiarkan
urat-urat dan organ-organ lainnya utuh.

Bob: Oh begitu... Dan hal ini
menyebabkan
kematian hewan karena kehabisan
darah dari tubuh, bukannya karena
cedera pada
organ vitalnya.

Yunus: Ya, sebab jika organ-organ,
misalnya
jantung, hati, atau otak
dirusak, hewan tersebut dapat
meninggal seketika
dan darahnya akan
menggumpal dalam urat-uratnya dan
akhirnya
mencemari daging. Hal tersebut
mengakibatkan daging hewan akan
tercemar oleh
uric acid, sehingga
menjadikannya beracun; hanya pada masa
kini
lah, para ahli makanan baru
menyadari akan hal ini.

Bob: Selanjutnya, selagi masih dalam
topik
makanan; Mengapa para Muslim
melarang pengkonsumsian daging babi,
atau ham,
atau makanan lainnya yang
terkait dengan babi?

Yunus: Sebenarnya, diluar dari
larangan Al-Qur'an
dalam pengkonsumsian
babi, bacon; pada kenyataannya dalam
Bible juga,
pada Leviticus bab 11,
ayat 8, mengenai babi,
dikatakan, "Dari daging
mereka (dari "swine", nama
lain buat "babi") janganlah kalian
makan, dan dari
bangkai mereka,
janganlah kalian sentuh; mereka itu
kotor buatmu."

Lebih lanjut lagi, apakah anda tahu
kalau babi
tidak dapat disembelih di
leher karena mereka tidak memiliki
leher; sesuai
dengan anatomi alamiahnya?
Muslim beranggapan kalau babi memang
harus
disembelih dan layak bagi
konsumsi manusia, tentu Sang Pencipta
akan
merancang hewan ini dengan
memiliki leher.

Namun diluar itu semua, saya yakin
anda tahu
betul mengenai efek-efek
berbahaya dari komsumsi babi, dalam
bentuk
apapun, baik itu pork chops,
ham, atau bacon.

Bob: Ilmu kedokteran mengetahui bahwa
ada
resiko besar atas banyak macam
penyakit. Babi diketahui sebagai inang
dari banyak
macam parasit dan
penyakit berbahaya.

Yunus: Ya, dan diluar itu semua,
sebagaimana
kita membicarakan mengenai
kandungan uric acid dalam darah,
sangat penting
untuk diperhatikan bahwa
sistem biochemistry babi mengeluarkan
hanya 2%
dari seluruh kandungan uric
acidnya, sedangkan 98% sisanya
tersimpan
dalam tubuhnya.

Add a Comment
How would you rate this thing? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help